Bahan Baku Rotan Kota Palu, Sulawesi Tengah

Perusahaan agroindustri yang memiliki keunggulan kompetitif akan dapat berkembang menjadi lebih besar, sebaliknya perusahaan agroindustri yang tidak memiliki keunggulan kompetitif tidak dapat berumur panjang. Untuk itu, maka pembangunan agroindustri perlu dilakukan dengan konsep berkelanjutan. Menurut Soekartawi (2001:19-38) ada empat faktor yang mempengaruhi berhasilnya pembangunan pembangunan agroindustri yang berkelanjutan, yaitu: (1) ketersediaan bahan baku, (2) perubahan preferensi konsumen, (3) karakter pesaing, dan (4) kualitas sumberdaya manusia.

Aspek produksi khususnya perlunya memperhatikan ketersediaan produk pertanian yang dipakai sebagai bahan baku, baik dalam hal kuantitasnya, kualitasnya maupun kontinuitasnya. Secara kuantitas, bahan baku harus tersedia secara cukup setiap saat manakala bahan baku tersebut diperlukan. Ini tidak mudah karena produk pertanian yang dipakai sebagai bahan baku tersebut adalah bersifat musiman. Dilihat dari sisi kualitas, maka bahan baku seyogyanya harus tersedia secara tepat. Bila hal ini tidak terpenuhi, maka hal tersebut akan berakibat pada menurunnya kualitas produk agroindustri yang kemudian secara kontinuitas, maka bahan baku harus tersedia secara kontinu sepanjang tahun, karena proses produksi terus berjalan tidak peduli apakah saat itu musim hujan atau musim kemarau. Untuk itu ketersediaan bahan baku ini harus diperhatikan baik dalam jangka pendek, menengah maupun jangka panjang.

Dilihat dari letak geografis Kota Palu, nampak bahwa Kota Palu tidak memiliki sumber daya alam yang cukup, namun sebagian besar hasil sumber daya alam Propinsi Sulawesi Tengah dipasarkan di Kota Palu yang selanjutnya diolah untuk kemudian dipasarkan keluar daerah bahkan sebagian besar untuk kebutuhan ekspor.

Berdasarkan potensi komoditi unggulan tersebut yang cukup besar di Sulawesi Tengah, maka sangat memungkinkan untuk dikembangkan industri rotan di Kota Palu sebagai pusat pengembangannya. Hal ini didasarkan atas pertimbangan bahwa Kota Palu telah memiliki infra struktur yang memadai untuk mendukung industri komoditi tersebut.

Tinggalkan komentar