Penyebab Kerusakan Ekosistem Mangrove

Kepunahan jenis spesies terutama disebabkan oleh degradasi habitat (deforestasi, perubahan peruntukan lahan), bencana (kebakaran), eksploitasi secara tidak bijaksana (perburuan/penembakan liar) dan masuknya spesies asing serta perdagangan satwa liar. Perdagangan satwa liar menjadi ancaman serius bagi kelestarian satwa liar. Berbagai jenis satwa yang dilindungi dan terancam punah masih ada yang diperdagangkan secara bebas. Sesuai dengan hukum dagang, semakin langka satwa tersebut semakin mahal harganya.

Pantai merupakan salah satu wilayah yang memiliki keanekaragaman hayati cukup tinggi dengan tingkat endemismenya. Beberapa tipe ekosistem tersebut antara lain hutan mangrove dan ekosistemnya.

Saat ini, ekosistem hutan mangrove mengalami ancaman berupa penebangan, fragmentasi dan konversi menjadi bentuk pemanfaatan lain. Penebangan/penggundulan hutan mangrove ini dapat mengganggu sumberdaya alam yang lain. Jika penggundulan hutan mangrove terjadi secara terus menerus, maka akan mengancam species flora dan fauna dan merusak sumber penghidupan masyarakat.

Umumnya kerusakan/kepunahan keanekaragaman hayati dapat disebabkan oleh  penyebab sebagai berikut :

  1. Laju peningkatan populasi manusia dan konsumsi SDA yang tidak berkelanjutan;
  2. Penyempitan spektrum produk yang diperdagangkan dalam bidang pertanian, kehutanan dan perikanan;
  3. Sistem dan kebijaksanaan ekonomi yang gagal dalam memberi penghargaan pada lingkungan dan sumberdayanya;
  4. Ketidakadilan dalam kepemilikan, pengelolaan dan penyaluran keuntungan dari penggunaan dan pelestarian sumberdaya hayati;
  5. Kurangnya pengetahuan dan penerapan;
  6. Sistem hukum dan kelembagaan yang mendorong eksploitasi.

Semoga kita semua dapat mengambil peran dalam mengurangi laju kerusakan hutan mangrove beserta ekosistemnya.

9 pemikiran pada “Penyebab Kerusakan Ekosistem Mangrove

  1. wah, kalo hutan bakau makin sedikit, ikan2 pada mo bertelur dimana donk..
    di Jakarta, satu2nya hutan bakau yang masih tersisa hanya di Muara Angke
    yang lain habis oleh pembangunan 🙄
    saya pernah berkunjung ke hutan bakau di Bali
    masih asri, dilestarikan, juga sebagai tempat wisata
    tempatnya bagus dah

    salampersohiban!
    *tautannya dah nongol di laman saya..cekidot 😆 *

  2. saya juga pecinta lingkungan dan dulu sempet kerja di kehutanan selama 5 tahun… senang melakukan penghijauan dan mengajak petani2 untuk nanam pohon terutama pohon jati… klo mangrove dulu juga pernah ikut nanam d pantai daerah surabaya… memang ironis melihat mangrove sekarang habis padahal mangrove bisa melindungi pantai dari abrasi… tapi orang2 yang tidak bertanggung jawab malah memotong batang2 d pohon mangrove… heeemmmmm sedih 🙁

  3. Seneng bisa ketemu dgn orang yg peduli ttg kelestarian lingkungan. Salam persahabatan juga, terimakasih sdh berkunjung di blog ini.

  4. Kebetulan saya juga kerja ngga jauh2 dari alam… desain taman yang biasa saya kerjakan… Semoga alam kita selalu akan makin hijau. Salam hangat selalu

  5. didaerah saya maluku tenggara barat ,mengalami kerusakan alam yang cukup signifikan , uu lingkunga yang ada tidak begitu kuat menindak para perusak lingkungan

  6. tolong bantu samoaikan keluhan masyarakat kami di maluku tenggara barat yang mengusir para pengusaha HPH yang masih melakukan aktifitas penebangan hutan didaerah kami

Tinggalkan komentar