Angin dari arah danau berembus perlahan, tapi lebih dari cukup untuk membuat daun-daun pohon bergoyang, bergerak-gerak seakan ikut berdecak kagum. Betapa tidak, siang itu saya sedang menikmati keindahan Danau Dampelas yang di sekitarnya dikelilingi oleh laut, hutan, dan pemukiman penduduk. Letaknya yang dekat laut dengan muara danau menjadi pertemuan antara air danau dengan air laut, sehingga jika air laut sedang surut air danau akan mengalir ke laut. Keberadaan hutan dengan hijauan dedaunan pohon di pinggiran danau membentuk lingkungan yang asri dan sejuk serta menambah keindahan pemandangan danau. Keberadaan danau yang dekat pemukiman penduduk, membuat pengunjung merasa aman terlindungi, termasuk kemudahan jika ingin berbelanja makan dan minum.

Siang itu, saya juga menyaksikan anak-anak kecil melepas tali perahu yang diikat di tentean sebagai tempat bersandar perahu. Sedangkan di pinggiran danau, terdapat nontong porimunong ita seseibi. Kepada kami seorang perempuan muda menuturkan bahwa dengan menumpangi perahu anak-anak kecil itu akan pergi ke kebun di bukit bagian barat danau atau mencari ikan, atau hanya sekedar main-main saja. Sedangkan nontong porimunong ita seseibi, merupakan sebuah bangunan yang cukup luas dengan tipe terbuka berdiri kokoh diperuntukan oleh masyarakat untuk mengadakan pertemuan, atau biasa juga digunakan sebagai tempat para pengunjung yang ingin melihat-lihat keindahan danau. Bahkan setiap tahun bangunan ini juga menjadi salah satu sarana utama untuk kegiatan Festival Danau Dampelas, sebagai kegiatan pariwisata budaya.

Oleh kebanyakan masyarakat di sekitarnya, istilah danau disebut dengan Talaga. Karena ini pula, secara administratif nama desa di mana danau ini berada juga menggunakan nama Talaga. Secara administratif, Desa Talaga termasuk dalam wilayah Kecamatan Damsol, Kabupaten Donggala, Provinsi Sulawesi Tengah. Berkendaraan apa saja tidak akan sulit untuk sampai ke danau yang berada di Desa Talaga ini. Letaknya yang di pinggir jalan poros Palu – Tolitoli, dengan jalan yang beraspal melewati tanjakan berkelok yang tidak seberapa sangat mudah dicapai. Perjalanan dapat ditempuh tidak sampai tiga jam lamanya dari Kota Palu, atau tidak sampai tiga puluh menit dari Sabang – Ibukota Kecamatan Damsol.

Danau Dampelas merupakan kesatuan ekosistem yang terdiri dari unsur air, kehidupan akuatik dan daratan. Bagi penduduk setempat, Danau Dampelas merupakan sumber pemenuhan kebutuhan air untuk mandi dan mencuci, serta sebagai sumber pangan dan sumber protein hewani yang dipenuhi dari pohon sagu yang banyak tumbuh di tepi danau, dan beberapa jenis ikan yang hidup di dalam danau. Dari sisi ekologi, keberadaan danau akan mempengaruhi iklim mikro dan keseimbangan ekosistem di sekitarnya, serta berperan sebagai reservoir yang dapat dimanfaatkan airnya untuk keperluan sistem irigasi dan perikanan, sebagai sumber air baku, sebagai tangkapan air untuk pengendalian banjir, serta penyuplai air tanah.

Berkaitan dengan hal tersebut, Dalam RTRWP Sulawesi Tengah, Danau Dampelas yang memiliki luas 542,56 hektar merupakan salah satu danau penting guna dimanfaatkan tidak hanya untuk jangka pendek namun untuk beberapa generasi. Oleh karena itu, maka kawasan sekitar Danau Dampelas ditetapkan sebagai kawasan lindung. Kawasan lindung adalah wilayah yang ditetapkan dengan fungsi utama melindungi kelestarian lingkungan hidup yang mencakup sumber daya alam dan sumber daya buatan, dimana perlindungan terhadap kawasan sekitar danau dilakukan untuk melindungi danau dari kegiatan budidaya yang dapat menganggu kelestarian fungsi danau, dengan kriteria daratan sepanjang tepian danau yang lebarnya proporsional dengan bentuk dan kondisi fisik danau antara 50–100 meter dari titik pasang tertinggi ke arah darat.

Agar keindahan dan peran penting Danau Dampelas tidak hanya untuk jangka pendek namun untuk beberapa generasi, maka pemanfaatan danau beserta sumberdaya alam di sekitarnya hendaknya dilakukan secara lestari dengan memperhatikan aspek konservasi. Dengan partisipasi masyarakat dan para pihak terhadap pemanfaatan secara lestari inilah diharapkan dapat mempertahankan keberadaan fungsi danau yang sangat penting. Pencapaian atas upaya ini, tidak hanya perbaikan bagi lingkungan secara keseluruhan, tapi juga pemanfaatannya akan menjadi berkah untuk kegiatan budidaya yang dilakukan oleh masyarakat, terutama masyarakat setempat.


7 Komentar

ysalma · 05/01/2015 pada 17:24

Semoga tetap terjaga kelestariannya Pak.

TheHeran.com · 31/01/2015 pada 23:40

Gan kapan main kebalinya ??

kips · 16/04/2015 pada 00:21

Alhamdulillah bisa berkunjung lagi kemari hehe, apa kabarnya nih?
Mayan lama jg belum update, moga aja tetap lestari kesejukan danaunya mas.

agoesman · 08/10/2015 pada 11:51

Suatu kegiatan yg bagus sekali…bila ada pelestarian lingkungan (danau dl)….juga salam kenal.

Dampelas Ulfia · 17/10/2015 pada 14:05

kangen kampuang…. browsing2 fotonya,, trnyata ktmu diblognya bpk ini… sy izin copy fotonya yah pak..
sukses selalu untuk bpk..
thx.

0858.6507.9257 Tumpeng & Nasi Kuning Semarang Online · 05/12/2015 pada 10:24

Lanjutkan kegiatan Postitif nya 😀

GST Registration Delhi · 05/05/2017 pada 21:45

It is good to see posts that give truly quality information. Your tips are extremely valuable. Thanks a lot for writing this post and sharing it. Keep blogging.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *