Pengusahaan Pariwisata Alam di Tahura

Tahura - NoerDblogSejalan dengan perkembangan kebutuhan pariwisata alam, Taman Hutan Raya (Tahura) sebagai salah satu Kawasan Pelestarian Alam yang memiliki potensi keindahan alam, flora dan fauna serta keunikan budaya lokal, sangat potensial untuk dikembangkan sebagai daya tarik wisata alam. Untuk memperoleh manfaat yang optimal, tentu saja harus dilakukan secara berkeadilan dengan tetap menjaga aspek kelestariannya.

Dalam upaya mewujudkan tujuan ini, maka pemanfaatan wisata alam di Kawasan Tahura yang diselenggarakan oleh pemerintah provinsi dapat melibatkan pihak lain (seperti swasta), dengan berpedoman kepada peraturan perundang-undangan yang berlaku serta dengan tetap memperhatikan kepentingan publik. Beberapa aspek yang harus dipedomani dan diperhatikan pada pelibatan pihak swasta dalam pengusahaan pariwisata alam di Tahura, sebagai berikut:

  1. Aspek hukum. Pemanfaatan pariwisata alam harus dilakukan dengan mentaati peraturan perundang-undangan yang berlaku. Dimana pemanfaatan bertujuan untuk kesejahteraan seluruh masyarakat secara berkeadilan dengan tetap menjaga kelestariannya. Oleh karena itu, pemanfaatan Tahura dilakukan dengan tidak mengubah fungsi kawasan, dan merusak bentang alam. Dilakukan di blok pemanfaatan Tahura dengan mengikutsertakan rakyat. Luas areal yang diizinkan untuk dibangun sarana wisata alam paling banyak 10% dari luas areal yang ditetapkan dalam izin. Kemudian, sarana wisata alam yang di bangun harus semi permanen dan bentuknya disesuaikan dengan arsitektur budaya setempat.
  2. Aspek Sosial. Pemanfaatan Tahura harus memberi manfaat bagi kesejahteraan masyarakat. Oleh karena itu, pengusahaan pariwisata dilakukan dengan menghormati nilai-nilai sosial budaya dan tradisi masyarakat setempat. Pengembanganya harus didasarkan atas persetujuan masyarakat setempat melalui musyawarah. Memberdayakan dan mengoptimalkan partisipasi serta sekaligus memberikan kontribusi secara kontinyu terhadap masyarakat setempat.
  3. Aspek Lingkungan. Pemanfaatan pariwisata alam harus dilakukan dengan kepedulian, komitmen dan tanggung jawab terhadap konservasi alam. Dimana ada edukasi dengan proses pembelajaran dialogis antara masyarakat dengan wisatawan. Kemudian, pemasaran dan promosi dilakukan  dengan jujur dan akurat sehingga sesuai dengan harapan.

Dengan berpedoman kepada tiga aspek di atas, wisata alam sebagai salah satu jasa lingkungan yang dihasilkan oleh Tahura akan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat, sekaligus menumbuhkan kesadaran para pihak untuk menjaga dan meningkatkan fungsi hutan.

3 pemikiran pada “Pengusahaan Pariwisata Alam di Tahura

  1. Seringkali justru wisatawan asing yang lebih menyukai alam natural yang belum terusik tangan2 manusia sehingga mereka lebih menghargainya, sedangkan wisatawan lokal malah kurang menghargai alam yang masih natural.

  2. Manusia diciptakan oleh Allah SWT utk menjadi khalifah di muka bumi. So, alam dll ada dlm ‘kekuasaan’ manusia juga. Dan negara telah mengaturnya, dlm undang2, utk kesejahteran rakyatnya. Bkn begitu, Kang ?

Tinggalkan komentar