Sulteng Percepat Perhutanan Sosial

Membangun sinergi untuk percepatan reforma agraria dan perhutanan sosial menuju kemandirian dan kesejahteraan masyarakat desa di Sulawesi Tengah, merupakan judul sekaligus tema kegiatan seminar dan lokakarya yang diselenggarakan oleh kelompok kerja Percepatan Perhutanan Sosial Provinsi Sulawesi Tengah di SwissBell Hotel Palu pada 30 Maret 2017.

Baca SelengkapnyaSulteng Percepat Perhutanan Sosial

Naskah Akademis Rancangan Undang-Undang Konservasi Keanekaragaman Hayati

Derasnya perubahan lingkungan strategis yang terjadi dalam kurun waktu 20 tahun terakhir telah menyebabkan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumberdaya Alam Hayati dan Ekosistemnya (KSDAHE) menjadi tidak relevan lagi. Pada kondisi demikian, penyelenggaraan konservasi keanekaragaman hayati berjalan kurang efektif, sehingga perlu segera dilakukan penyempurnaan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990.

Baca SelengkapnyaNaskah Akademis Rancangan Undang-Undang Konservasi Keanekaragaman Hayati

Taman Hutan Raya

Agar fungsi utama hutan sebagai penjaga keseimbangan alam terjaga, maka eksistensinya harus tetap dipertahankan melalui pengaturan fungsi hutan. Untuk itu, penetapan hutan dilakukan berdasarkan fungsi-fungsi hutan yang meliputi hutan konservasi, hutan lindung, dan hutan produksi.

Hutan sebagai sumber penghasil berupa kayu dan bukan kayu dapat dilakukan pada hutan produksi. Sedangkan hutan konservasi dan hutan lindung berfungsi sebagai kawasan lindung yang memiliki fungsi utama melindungi kelestarian lingkungan hidup yang mencakup sumber alam, sumber daya buatan dan nilai sejarah serta budaya bangsa guna kepentingan pembangunan berkelanjutan. Hutan konservasi terbagi lagi menjadi hutan suaka alam, hutan pelestarian alam, dan taman buru. Salah satu jenis hutan pelestarian alam diantaranya adalah taman hutan raya (Tahura).

Baca SelengkapnyaTaman Hutan Raya

Pengelolaan Keanekaragaman Hayati

Sebagai negara tropis, Indonesia memiliki keanekaragaman hayati yang menonjol. Dengan luas wilayah darat hanya 1 persen dari seluruh wilayah darat dunia, Indonesia memiliki sekitar 325.000 makhluk, yang merupakan lebih 16 persen makhluk di dunia (Dephut, 2000). Bersama Brazil, Zaire dan Meksiko, Indonesia tergolong negara megabiodiversity. Pulau-pulaunya yang berjumlah 17.000, membentang dari kawasan Indomalaya hingga Australasia, memiliki tujuh kawasan biogeografi yang penting dan anekaragam jenis habitat.

Baca SelengkapnyaPengelolaan Keanekaragaman Hayati