Memastikan Orang Tua Kandung: Kisah Nabi Sulaiman Hingga Komunitas Toro

Foto: tribunnews.com
Foto: tribunnews.com

Dalam sebuah acara resepsi pernikahan, saat itu kebetulan saya hanya berdua dengan anak laki-laki saya, beberapa undangan yang juga merupakan teman-teman se-kantor menyapa saya. Tidak ada yang istimewa dengan sapaannya, bahkan dapat dibilang hanya basa-basi dan candaan belaka. Kepada anak saya, salah seorang teman menyapa “halo anak ganteng, kamu anak siapa ya?”. Teman saya yang lain mengatakan “anak papa-mama lah, gak mungkin anak tetangga”. Mendengar candaan ini saya hanya tersenyum, karena orang lain pun biasa mengatakan seperti ini kepada anak siapa saja. Berbeda dengan pertanyaan basa-basi seperti yang ditujukan kepada anak saya, masalah serius mengenai kepastian orang tua kandung yang dialami oleh seorang anak seringkali harus diselesaikan secara serius melalui tes DNA.

Baca SelengkapnyaMemastikan Orang Tua Kandung: Kisah Nabi Sulaiman Hingga Komunitas Toro

Makan Bersama Masyarakat Adat Dataran Kulawi

Siang hari itu, kami berada dalam sebuah jamuan makan. Tidak seperti acara makan bersama pada umumnya, dimana nasi beserta lauk pauk disajikan di meja makan. Tidak ada piring yang digunakan untuk menempatkan nasi beserta lauk pauk yang akan disantap. Juga tidak ada sendok yang dipergunakan untuk mengambil nasi atau lauk pauk. Pada jamuan makan di siang hari itu, hidangan yang terdiri dari nasi disajikan di dulang yang dilapisi dan ditutup dengan daun pisang. Di dalam dulang juga terdapat sayur (lauk-pauk) berupa daging sapi yang dimasak seperti coto yang di tempatkan di dalam mangkok berbahan batok kelapa. Setiap orang mendapatkan satu dulang dengan porsi nasi yang cukup banyak, sehingga banyak yang tidak mampu menghabisi hidangan ini. Apabila hidangan dalam dulang ini tersisa, maka sisanya dibungkus dengan daun pisang dan dibawa pulang ke rumah masing-masing, katanya sih biar keluarga yang lain bisa ikut menikmati. Jika tidak dibungkus dan dibawa pulang, maka yang bersangkutan akan dikenakan sanksi berupa denda.

Baca SelengkapnyaMakan Bersama Masyarakat Adat Dataran Kulawi