Kapopo 0Taman Hutan Raya (Tahura) Paneki-Poboya yang dikenal pula dengan nama Tahura Sulawesi Tengah terletak di Sebelah Timur Kota Palu dan di Sebelah Utara Ibu Kota Kabupaten Sigi (Bora) pada posisi antara 119º 54’ 48” – 120 º 0’ 24” BT dan 0 º 51’ 30” – 0 º 53’ 24” LS. TAHURA Sulawesi Tengah memiliki kawasan seluas ± 7.128 ha yang merupakan gabungan Cagar Alam Poboya seluas 1.000 ha, lokasi Pekan Penghijauan Nasional (PPN) XXX atau Hutan Wisata Kapopo seluas 128 ha dan kawasan Hutan Lindung Paneki seluas 6.000 ha.

Ekosistem yang ada di Tahura Sulawesi Tengah didominasi pepohonan dan tumbuhan lainnya yang berada pada ketinggian 100 – 1.500 dari permukaan laut, dengan kondisi topografi lokasi yang datar, berbukit dan bergunung, dan kemiringan lokasi antara 8 – 60 persen. Beberapa hasil penelitian menunjukkan bahwa di dalam kawasan Tahura Sulawesi Tengah terdapat sekitar 159 jenis tumbuhan, yang terdiri atas; jenis pepohonan 100 jenis, jenis rerumputan 13 jenis, liana, strangler, efifit, saprofit dan parasit 22 jenis dan palmae 5 jenis.

Jenis vegetasi berupa tingkat pohon dan tingkat tiang yang berada di dalam dan sekitar lokasi Tahura adalah pepohonan yang tumbuh secara alami dan yang dibudidayakan. Pepohonan yang dijumpai adalah Johar (Cassia seamea), Gamal (Gliricidae maculata), Asam (Tamarindus indica), Angsana (Pterocarpus indicus), Akasia (Acacia auricauliformis), Kayu putih (Melaleuca leucadendron), Kayu Jawa (Lannea grandis), Kemiri (Aleuretes moluccana), Mangga (Mangifera indica), Nangka (Arthocarpus integra), Sukun (Arthocarpus altilis), Sengon laut (Paraserianthes falcataria), Jembolan (Eugenia jembolana), Jati (Tectona grandis), Akasia (Acacia auricauliformis), Mahoni (Swietenia macrophylla), Randu (Ceiba petandra), Trembesi (Albisia procera), Jati putih (Gmelina arbórea), Eboni (Diospyros celebica), Cendana (Santalun álbum), Biti (Vitex gofassus), Lamtoro (Leucaena glauca), Karui (Acacia nilotica), dan lain-lain. Sedangkan jenis-jenis vegetasi semak dan belukar yang dapat dijumpai adalah: Jarak merah, Roviga, Kaktus, dan lain-lain.

Tahura Sulawesi Tengah

Tahura Sulawesi Tengah


5 Komentar

ysalma · 02/10/2014 pada 20:34

vegetasinya terjaga baik ya Pak, foto hutannya bagus

benuapoker · 19/10/2014 pada 15:22

Apa kabar pokermania seluruh indonesia?
pasti nya semua baik kan?
ayo ganung ke oliviaclub dan ajak teman teman anda utk bermain di tempat kami dengan menggunakan link refferal anda.Agar anda dapat komisi 20% tiap minggu nya.
Dan sekedar info oliviaclub masih ada promo untuk player player yang deposit minimal 50rb mendapatkan 50.
Selamat malam salam sejahtera untuk kalian semua.
Terima kasih,

jenggot uban · 26/10/2014 pada 15:41

Salam Mas Noer,

Saya seorang penggemar blog Noerblog. Setiap membaca artikel-artikel di blog ini, membuat saya ingin berlibur, gendong ransel, tenda dan kantong tidur masuk hutan. Sudah cukup lama peralatan tersebut nganggur di almari.

Walau gemar wisata alam, entah kenapa blog saya malah nyasar ke topk sosial, agama dan budaya plus politik. Entahlah, yang penting asal punya blog dan ada tempat unuk nulis.

Komentar panjang-panjang entar direply ndak ya?

salam.

prih · 23/11/2014 pada 16:12

Nitip keselamatan Eboni (Diospyros celebica) ya saudara-saudara kami di SulTeng….kayu hitam kebanggaan bangsa. Senangnya dengan rimbunnya Tahura di postingan ini Pak Noer.
Salam

Taman Hutan Raya Poboya Paneki | Indonesian Forest · 19/09/2017 pada 12:45

[…] noerdblog.wordpress.com; September 2017 […]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *